Featured

Anak Jalanan

Perlindungan anak jalanan menjadi kewajiban mendesak pemerintah. Hal ini dikarenakan, anak jalanan merupakan korban penelantaran, eksploitasi dan diskriminasi. Anak jalanan mengalami pelanggaran hak asasi manusia.

Lanjutan

ANAKKKKK(1)

Our Vision is to give every child in the world the opportunity to live a happy and healty life free of proverty, exploitation and violence (Chaim Fetter & Bjon Dudok Van Heel). Anak Jalanan identik dengan anak yang diterlantarkan, kasus ini sangat banyak terjadi dikota – kota besar, kenyataan saat ini permasalahan anak jalanan bukan hanya berpusat dikota – kota besar didaerah Kabupatenpun tidak luput dari permasalahan anak jalanan, melihat dari kondisi ini sebuah lembaga masyarakat mencurahkan kepeduliannya untuk membantu anak – anak tersebut, untuk itu perlu kerjasama dalam menyikapi persoalan anak, demi masa depan mereka.

Lanjutan

008-peduli-anak-ypa

Dirjen Rehsos, Makmur Sunusi, merayakan ulang tahun ke-57 pada tanggal 1 Januari 2011.

Segenap pegawai Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial RI mengucapkan:

Selamat Ulang Tahun! Semoga sehat dan sukses selalu.

Bayi di PantiKemiskinan di Indonesia menjadi faktor utama melonjaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Jumlah anak-anak yang ditelantarkan orang tua, semakin hari semakin meningkat, bahkan anak balita yang ditinggalkan/dibuang oleh orang tua semakin sering kita dengar di media cetak maupun media elektronik.

Lanjutan

Perlindungan Anak Pasca Meletusnya Gunung SinabungGunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo Sumatera Utara, merupakan salah salah satu gunung penghasil air yang banyak dan strategis, gunung ini di kelilingi oleh hutan. Namun karena daerah kaki gunung sinabung sangat subur, maka para petani terus merambah hutan yang ada di kaki gunung tersebut.

Lanjutan

Carrefour Cempaka Putih, jakarta 8 September 2010, pukul 03.00 WIB Menteri Sosial RI DR. Salim Segaff Al Jufri, MA bersilaturahmi dan sahur bersama dengan 500 anak jalanan.

Lanjutan

Keluarga L yang tinggal di sekitar Citepus Kel. Pajajaran Bandung, selain bekerja sebagai buruh serabutan, juga mencari nafkah dengan berjualan cimol goreng. Istrinya, R, hanya ibu rumah tangga biasa. Mereka dikarunia 2 anak yang berusia 14 tahun dan 9 tahun.

Lanjutan

© Copyright Kementerian Sosial RI. All Rights Reserved.