Berita


Puluhan anak kecil tertawa riang di Sekolah Dasar Islam Nurul Yaqin, Prumpung, Jakarta Timur. Bima, Suharti, Markus dan Susi empat diantaranya. Sambil bercanda, mereka menunggu giliran mengambil obat gratis.Suasana riang tersebut terjadi saat pelaksanaan acara Penyuluhan Kesehatan, dengan tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.Acara itu dilaksanakan oleh Rumah Zakat, pada 5 Februari 2012. Selain penyuluhan, Rumah Zakat memberikan pengobatan gratis. “Target kami 100 anak PKSA yang ada di wilayah Prumpung, Cipinang dan Lapangan Lai,” ujar Ernawati, Koordinator Rumah Zakat untuk Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Kementerian Sosial RI. Anak yang menjadi binaan RUmah Zakat adalah anak jalanan.

Lanjutan

Seperti diberitakan sebuah media cetak  pada 10 tahun yang lalu di  kupang,  seorang  bocah  berusia  + 3 tahun mengalami penyiksaan secara fisik ; disulut api rokok, dipukul, disiletin dan diterlantarkan oleh tantenya. Akibatnya sampai saat ini, bekas-bekas trauma fisik di sekujur tubuh bocah tersebut dapat dilihat dengan jelas.

Melihat penderitaan yang dialami bocah tersebut saat itu, seorang bapak (Nus) bersama istrinya (Ruth) mengambil bocah tersebut dan diasuhnya menjadi anaknya sendiri (orang tua angkat) dan kemudian diberi nama Musa.

Lanjutan

Minggu pagi tanggal 29 Januari 2012 Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri MA beserta staf dari Kementerian Sosial, bersepeda santai dengan anak-anak jalanan di seputar Jakarta yang menerima  bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak ( PKSA ). Start dimulai di Silang Monas   melintasi Zona Car Free Day Thamrin – Sudirman  menuju Wisma Nusantara  dan memutar di Bundaran HI, untuk kemudian kembali ke Monas.

Lanjutan

Program Kesejahteraan Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus bagi Komunitas Adat Terpencil  ( PKS-AMPK KAT ) untuk tahun 2011 ini baru tersebar di 3 Propinsi yaitu Provinsi Jambi 141 anak, Provinsi Papua 179 anak dan Provinsi Banten 200 anak. Sesuai dengan tujuan dari PKS-AMPK KAT untuk pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan terhadap anak dari penelantaran, eksploitasi dan diskriminasi sehingga tumbuh kembang, kelangsungan hidup dan partisipasi anak dapat terwujud, khususnya anak-anak masyarakat  Baduy yang termasuk dalam Komunitas Adat Terpencil.

Lanjutan

Dari tahun ke tahun jumlah anak Indonesia yang diterlantarkan di luar negeri oleh orangtuanya yang merupakan TKI atau TKW terus mengalami peningkatan yang signifikan, kali ini dialami Ayu Shakira, Balita (1,5) anak dari pasangan Purwanti Harjo Sukadi (WNI) dengan Sohono Bin Sulaiman Warga Negara Malaysia perkawinan yang tidak memiliki surat – surat resmi  pengasuhannya untuk sementara diserahkan ke Konsulat Kuching selama enam bulan mendapat perawatan karena ketidak mampuan ibunya untuk merawatnya sementara ayahnya sering bertindak kasar, akibat siksaan tersebut Ayu memiliki kondisi fisik yang tidak sehat sehingga mengalami pertumbuhan yang lambat.

Lanjutan

PKSA di Baduy, Propinsi Banten

Untuk tahun 2011 ini, Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Subdit Anak Memerlukan Perlindungan Khusus untuk Komunitas Adat Terpencil, ( PKS-AMPK KAT ) memperluas jangkauan pelayanannya, bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Propinsi Banten, memberikan tabungan PKSA kepada 200 anak Baduy, Kabupaten Rangkasbitung Propinsi Banten.(Ditulis oleh:  Ihsan Nurdin Hartanto Peksos Perlindungan Anak Banten)

Lanjutan

Dari bibir mungilnya, T ( 10 tahun )mengaku bahwa sejak TK telah dibawa mengamen oleh ayahnya yang berprofesi sebagai pengamen di daerah sekitar Timah Mampang Prapat -Blok M. Banyak Orangtua yang membawa anaknya untuk menarik empati orang agar memberikan sekedar uang recehan, salah satunya adalah Ab, ayahnya T.

Lanjutan

© Copyright Kementerian Sosial RI. All Rights Reserved.