KERJASAMA KEMENTERIAN SOSIAL RI DAN UNIVERSITAS BINA NUSANTARA DALAM PENGISIAN DATABASE  LKSA/PSAA BERBASISKAN ONLINE

Mencermati situasi dan kondisi  anak-anak terlantar di Indonesia yang jumlahnya sekitar 4,8 juta anak, Kementerian Sosial melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak ( PKSA ),  baru dapat memberikan bantuan kepada 4,6 %  dari jumlah anak terlantar baik yang sudah mendapatkan pengasuhan di LKSA/PSAA maupun yang tersebar di keluarga. Pada tahun 2011, telah dikucurkan bantuan sosial anak terlantar sebanyak 135.685 anak yang disalurkan melalui 5700 LKSA/PSAA dan tahun 2012 ini akan meningkat menjadi 137.242 anak. Hal ini menunjukkan upaya yang serius dari Pemerintah dan mengharapkan masyarakat juga untuk ikut memperhatikan dan mencari solusinya.

Dalam upaya meningkatkan efektifitas dan akuntabilitas dalam penyaluran Bantuan Sosial Anak Terlantar, maka  atas hasil kerjasama Kementerian Sosial RI dengan Universitas Bina Nusantara telah disusun suatu   aplikasi pengisian database LKSA berbasis online yang ditujukan bagi LKSA/PSAA yang akan menyalurkan bantuan sosial bagi anak terlantar. Melalui pengisian aplikasi database ini, diharapkan akan mempercepat dan mempermudah bagi LKSA yang akan menyalurkan bantuan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada Rabu tanggal 14 Maret 2012, bertempat di Universitas Bina Nusantara, telah diundang 100 orang yang mewakili DKI Jakarta dan Jawa Barat ( diwakili oleh Kota Bandung dan Purwakarta  ) untuk mendapatkan pelatihan secara singkat bagaimana caranya mengisi aplikasi database LKSA/PSAA yang dibinanya. Dirjen Rehabilitasi Sosial Syamsudi, MM disertai oleh  Kasudit Antar/Anjal Drs. Rahmat Koesnadi, M.Si. dalam  kesempatan tersebut  mengucapkan terimakasih atas terlaksananya  kegiatan data entry berbasis online  ini sebagai pelaksanaan dari komitmen pihak BINUS untuk membantu Kemensos RI mempermudah dalam mengentry data dari seluruh LKSA/PSAA seluruh Indonesia dan penyaluran bantuannya dapat menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan termarginalkan yang memerlukan bantuan.

Adapun Rektor Universitas BINUS, Prof. DR. Ir. Harjanto Prabowo, MM mengatakan bahwa kerjasama dengan Kementerian Sosial ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial ( CSR ) yang bertemakan “ Teach for Indonesia” . Para sukarelawan yang terdiri dari mahasiswa dan dosen BINUS akan membantu pelaksanaan kegiatan entry data berbasis online tersebut.

Selanjutnya dijelaskan oleh Rahmat Koesnadi bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama bagi Kemensos dalam hal ini Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak untuk mengumpulkan data anak yang memadai, baik yang di dalam panti maupun di luar  panti/masyarakat agar mempermudah semua pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang dalam penyaluran bantuan sosial bagi anak terlantar dan anak yang memerlukan bantuan lainnya. Dan mulai tanggal 20 Maret 2012  diharapkan seluruh kabupaten/kota mulai entry data LKSA/PSAA meliputi identitas lembaga, pengurus, anak, nomor  rekening, akta notaris dan lain sebagainya. Target yang ingin dicapai  sampai akhir tahun 2012 adalah sebanyak  5000-6000 LKSA/PSAA dan pada target tahun 2013 diharapkan cluster Anak Balita, Anak Berhadapan Dengan Hukum, Anak Dengan Kecacatan dan Anak Memerlukan Perlindungan Khusus bisa juga mengentry data berbasis online. Ditambahkan pula bahwa Save Children akan turut mendukung dalam implementasi pelaksanaan pengasuhannya melalui pedoman pelaksanaan standar nasional pengasuhan melalui LKSA.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan Dirjen Rehabilitasi Sosial didampingi Rektor BINUS ke kelas-kelas dimana perwakilan dari LKSA/PSAA akan memulai kegiatan mengentry data secara online. Selanjutnya setelah mengikuti pelatihan singkat entry data  berbasis online, pada sore harinya  rombongan perwakilan LKSA/PSAA tersebut  berkunjung ke Yayasan Cinta Anak Bangsa ( YCAB ) di  Kebon Jeruk untuk berbagi informasi dan pengalaman serta  melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan di rumah belajar tersebut. ( Ai Riana )

© Copyright Kementerian Sosial RI. All Rights Reserved.