Minggu pagi tanggal 29 Januari 2012 Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri MA beserta staf dari Kementerian Sosial, bersepeda santai dengan anak-anak jalanan di seputar Jakarta yang menerima bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak ( PKSA ). Start dimulai di Silang Monas melintasi Zona Car Free Day Thamrin – Sudirman menuju Wisma Nusantara dan memutar di Bundaran HI, untuk kemudian kembali ke Monas.
Arsip Januari 2012
Program Kesejahteraan Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus bagi Komunitas Adat Terpencil ( PKS-AMPK KAT ) untuk tahun 2011 ini baru tersebar di 3 Propinsi yaitu Provinsi Jambi 141 anak, Provinsi Papua 179 anak dan Provinsi Banten 200 anak. Sesuai dengan tujuan dari PKS-AMPK KAT untuk pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan terhadap anak dari penelantaran, eksploitasi dan diskriminasi sehingga tumbuh kembang, kelangsungan hidup dan partisipasi anak dapat terwujud, khususnya anak-anak masyarakat Baduy yang termasuk dalam Komunitas Adat Terpencil.
Dari tahun ke tahun jumlah anak Indonesia yang diterlantarkan di luar negeri oleh orangtuanya yang merupakan TKI atau TKW terus mengalami peningkatan yang signifikan, kali ini dialami Ayu Shakira, Balita (1,5) anak dari pasangan Purwanti Harjo Sukadi (WNI) dengan Sohono Bin Sulaiman Warga Negara Malaysia perkawinan yang tidak memiliki surat – surat resmi pengasuhannya untuk sementara diserahkan ke Konsulat Kuching selama enam bulan mendapat perawatan karena ketidak mampuan ibunya untuk merawatnya sementara ayahnya sering bertindak kasar, akibat siksaan tersebut Ayu memiliki kondisi fisik yang tidak sehat sehingga mengalami pertumbuhan yang lambat.
PKSA di Baduy, Propinsi Banten
Untuk tahun 2011 ini, Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Subdit Anak Memerlukan Perlindungan Khusus untuk Komunitas Adat Terpencil, ( PKS-AMPK KAT ) memperluas jangkauan pelayanannya, bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak Propinsi Banten, memberikan tabungan PKSA kepada 200 anak Baduy, Kabupaten Rangkasbitung Propinsi Banten.(Ditulis oleh: Ihsan Nurdin Hartanto Peksos Perlindungan Anak Banten)




