Dalam rangka memperingati hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Desember, Kementerian Sosial RI melakukan berbagai kegiatan untuk membangkitkan rasa kesetiakawanan sosial dihati masyarakat. Salah satu kegiatan itu adalah The 4th International KSN Expo & Awards 2011, di Jakarta Convention Center pada 27-30 Oktober 2011. Peringatan Hari Kesetiawakanan Sosial Nasional (KSN) tersebut juga untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai, serta semangat kesetiakawanan sosial, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pembangunan nasional .
Arsip Oktober 2011
Hasil Karya Anak Bangsa Di KSN Expo 2011
Berwisata Bersama Anak Jalanan
Usia anak merupakan tahahapan perkembangan yang menentukan untuk usia dewasa. Senyum yang tulus dan keceriaan terlihat manis dari rawut wajah anak-anak ketika mereka mendapatkan keinginanya. Namun kadang apa hendak dikata, begitu banyak permasalahan yang dihadapi anak-anak indonesia yang menyebabkan keinginan mereka kadang tidak bisa terpenuhi. Terutama masalah ekonomi keluarga yang menjadi penyebab utama tidak terpenuhi hak-hak anak seutuhnya, seperti hak mendapatkan pendidikan,bermain, wisata, pengasuhan dana lain-lain.
Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Peduli Anak dan Universitas Bina Nusantara akan mengembangkan database nasional pelayanan sosial untuk anak, keluarga, dan lembaga pemerintah/non-pemerintah sebagai bagian dari sistem kesejahteraan sosial Kementerian Sosial. Bank Dunia baru-baru ini menyatakan janjinya untuk mendukung Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) termasuk sistem database ini.
Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Subdit Anak Terlantar dan Anak Jalanan pada tanggal 12 – 14 Oktober 2011 bertempat di Aula Dinas Sosial Kota Bandar Lampung melakukan kegiatan sosialisasi Penguatan dan Koordinasi Kelembagaan Program Kesejahteraan Sosial Anak kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ( LKSA ) yang menerima bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak ( PKSA ) dari Kementerian Sosial . Kasubdit Anak Terlantar dan Anak Jalanan Rachmat Koesnadi, S.Sos MSi yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung Harun Al Rasyid yang membuka kegiatan ini juga memberikan penjelasan tentang tahapan-tahapan atau proses pencairan bantuan bagi LKSA dan hambatan-hambatan yang dihadapi .
Berharap Keadaan Menjadi Lebih Baik
Terlahir sebagai anak tunggal membuat Sn ( 12 tahun ) merasakan bagaimana ia dimanja oleh kedua orangtuanya. Tapi keadaan itu berubah saat ayahnya yang bekerja sebagai buruh serabutan jatuh sakit. Ibunya yang bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang tidak tetap mulai kesulitan harus menanggung biaya hidup sehari-hari dan biaya berobat ayah Sn. Dengan berat hati, terpaksa Sn berhenti juga dari sekolah saat kelas 3 SD.

|

Salah satu upaya implementasi dari Kesepakatan Bersama antara Menteri Sosial dengan 4 Menteri lainnya (yaitu Menteri Hukum dan HAM,Menteri Pendidikan,Menteri Kesehatan, Menteri Agama plus Kepolisian RI),maka Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Cq.Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak melaksanakan kegiatan Fasilitasi Pembentukan Komite Perlindungan dan Rehabilitasi sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) Tingkat Nasional yang berlangsung selama empat hari sejak tanggal 27 September sampai 30 September 2011 di Hotel Acacia Jakarta,



