Direktorat Kesejahteraan Sosial  Anak  cq. Subdit Kesejahteraan Sosial Anak Yang Berhadapan dengan Hukum (KS ABH)  melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Pemantapan Pekerja Sosial dan Pengelola Program Kesejahteraan Sosial Anak Yang Berhadapan dengan Hukum (Program PKS ABH) seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial,  Makmur Sunusi, juga memberikan arahan kepada pekerja sosial  agar dapat bekerja secara profesional yang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi ikon ataupun  inisiator dalam penanganan masalah sosial anak yang berhadapan dengan hukum, demikian diungkapkan Makmur Sunusi ketika menghadiri acara Bimtab Peksos ABH di Hotel Riyadi Solo (28/7/2011)

“jika di suatu daerah terdapat  1000 kasus ABH maka diharapkan 700 kasus tersebut harus berakhir pada diversi, untuk itu diperlukan kerjasama antara pekerja sosial, LKSA dan intansi terkait lainnya” terang Makmur.

Sementara itu Harry Hikmat usai membuka acara Bimtab Pekerja Sosial ABH mengatakan “sasaran dari Program Kesejahteraan Sosial Anak yang  Berhadapan dengan Hukum (PKSABH)  ini adalah anak dari keluarga miskin yang memiliki resiko tinggi kenakalan, anak yang terpaksa berhadapan dengan hukum baik sebagai pelaku,korban maupun saksi”. Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa Pekerja Sosial di Indonesia khususnya di Kementerian Sosial masih belum populer, mungkin di karenakan Pekerja Sosial merasa kurang percaya diri dengan keahlian dan ilmu yang di miliki, semoga Sakti Peksos yang sudah dilantik dan juga sudah bekerja dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka miliki kepada penerima layanan dalam hal ini adalah anak yang berhadapan dengan hukum(ABH). Pada kesempatan ini Bapak Direktur  juga menandantangai surat kontrak dengan Sakti Peksos yang baru  lulus beserta penandantanganan surat tugasnya”.

Program Kesejahteraan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum memiliki komponen program  antara lain berupa Bantuan sosial pemenuhan hak dasar anak, Peningkatan aksesibilitas terhadap pelayanan sosial dasar, Pengembangan potensi diri dan kreatifitas anak sebagai program Resos dan Reintegrasi, Penguatan tanggungjawab orang tua/keluarga dan masyarakat serta Penguatan kelembagaan pelayanan  Kesos Anak, nantinya diharapkan akan menghasilkan perubahan sikap atau perilaku terhadap anak yang berhadapan dengan hukum  untuk  tidak lagi melakukan perbuatan yang dapat melanggar hukum, anak kembali ke sekolah serta orang tua/keluarga dapat memberikan pengasuhan dan perlindungan terhadap anak sehingga hak-hak dasarnya terpenuhi. Dan untuk Tahun 2011 di rencanakan target pemenuhan bantuan terhadap Program PKS ABH sebanyak 930 orang dengan total anggaran   Rp.  6.401.895.000,-, yang mana mengalami kenaikan dari Tahun 2010 jumlah bantuan Program PKS ABH sebanyak hanya 430 orang.

Pertemuan ini di hadiri oleh 120 peserta yang terdiri dari Satuan Bakti Pekerja Sosial ABH, Komite PRS ABH, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ABH, Kabid Rehsos dan peserta pusat, berlangsung selama empat hari sejak  26 – 29 Juli 2011. “Tujuan dari pertemuan ini adalah meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan pemahaman  pekerja sosial dan pengelola dalam melaksanakan program kesejahteraan sosial ABH sehingga terciptanya komitmen yang tinggi dari Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) maupun Pengelola Lembaga dalam penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH)” ujar Kasubdit KS ABH Dra.Puti Chairida Anwar,MM.

Akhirnya  dengan dilaksanakannya Bintap ini maka diharapkan kepada Sakti Peksos   dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pendampingan dalam rangka perlindungan dan rehabilitasi sosial anak yang berhadapan dengan hukum sehingga program Kesejahteraan Sosial ABH ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.oleh : Safiah Sari*)

*) Fungsional Hukum Setditjen Rehsos


© Copyright Kementerian Sosial RI. All Rights Reserved.